Hidup memang penuh rintangan dan cobaan. Namun akan berbuah menjadi kebahagiaan jika kita mampu menghadapinya dengan keimanan, sabar dan terus optimis. Nah, cara yang sama berlaku juga untuk permainan yang satu ini. Butuh keyakinan, sabar serta kerja keras untuk melalui rintangan-rintangan yang ada di arena permainan.
Outbound, permainan yang baru muncul di Indonesia sekitar tahun 90an ini menjadi alternatif kegiatan seru untuk melatih kekompakan, fisik serta mental. Perkembangan outbound sudah semakin pesat, awal mulanya hanya berupa pendakian gunung serta petualangan di laut, seperti yang dikenalkan seorang tokoh pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Dr.Kurt Hahn. Ya! Pria asal jerman itulah yang pertama kali menganalkan metode outbound kepada dunia, tepatnya di Negara Inggris sekitar tahun 1941 silam.
Di Indonesia outbound sudah masuk di kota-kota besar, bukan hanya di daerah pegunungan. Bahkan outbound menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, cukup memiliki lahan seluas 800 meter ditambah dengan sentuhan kreatifitas yang tinggi dijamin rupiah akan bermunculan. Hohohoho..! Salah satunya Kampung Main Cipulir (KMC), lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jakarta. Tepatnya di jl masjid cidodol no 1 A, kebayoran lama, Jakarta Selatan. Nah disini kita bisa menikmati outbound tanpa harus kegunung atau menelusuri lautan.
Tiket masuk KMC untuk dewasa 7000 rupiah untuk hari libur dan weekend, 5000 rupiah untuk weekdays. Untuk Anda yang mau menikmati serunya outbound dewasa cukup mengeluarkan uang 20 ribu rupiah. Jika untuk sibuah hati hanya 10 ribu rupiah.
Serunya outbound di Kampung Main Cipulir sudah saya saksikan dan dirasakan oleh kawan-kawan dari team Paskibra SMAN 9 kota Tangerang (PASNINE). 21 April lalu, kami berkunjung kesana.
Awalnya memang menganggap biasa, tapi pas dicoba Behhhh..! kaki bergetar, takut dan tak sedikit yang malah putus asa... "bang saya gak berani. stop stop saya nyerah." ucap Rere, salah satu tim.
Outbound di KMC ini di bagi dua kategori, dewasa dan anak-anak. Untuk dewasa disiapkan 7 rintangan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Sayang saya tak mengenal nama-nama rintangan tersebut. Tapi ini dia nama rintangan pertama persi saya, jembatan gantung. Melewati papan gantung di atas ketinggian 30 meter dan berjalan sejauh 10 meter sambil memegang sehelai tali. Butuh kosentrasi dan keseimbangan agar tidak meleset, tapi rintangan pertama ini masih tergolong mudah, so santailah, ketawa ketiwi masih terlihat dari mulut kawan-kawan PASNINE.
Rintangan ke dua, hohoho ini dia yang mulai ekstrim. Jembatan Ala Indian Jones, cuma meniti di atas tali baja dengan ketinggian hampir 40 meter. Aweewww "atittttt..." itulah ucapan unyu-unyu anak PASNINE. Serunya lagi saat team melewati rintangan kedua ini pas turun hujan. So jadi tambah licin. Yang keren, kalo tali baja tersebut di goyangkan. "awwwewwww jangan woyy jangan di goyang-goyangin." kata bocah bongsor bernama sigit itu.
Okey, Masuk rintangan ke tiga, saatnya berayun diatas papan dengan ketinggian hampir 15 meter. Mungkin keliatan sederhana tapi pas dicoba Argghhhh merinding, merem melek dan ketakutan keliatan banget dari raut muka cewek di foto ini. Secara, rintangan ini sangat dibutuhkan keseimbangan, serta tenaga yang kuat, jadi kalo gak imbang yang goyang goyang terus.
Selanjutnya, ahahahha rintangan super ekstrim, berayun ala tarzan di atas pohon mungkin seru ya? Nah outbound di KMC ini juga ada kayak begituan bedanya itu ayunananya banyak. Di rintangan ini mulai banyak yang berguguran. Bilangnya.. "abanggg susah, kaki aku gak nyampe menggapai ayunan berikutnya." Hahahhaha
Masih berada di atas ketinggian, team melewati jaring laba-laba untuk bisa sampai di pos rintangan terakhir. Cuma 3 orang dari tim yang semula ada 15 orang. Teprok tangan...!! Prok prokk prok...
Hujan masih terus mengguyur, untungya petir tak hadir di sore itu. Sore yang menurut kami sangat seru. Bukan berteduh atau mengeringkan diri tapi lanjut melewati 'patok-patok' pelangi, ahahahha disini saatnya beraksi cebur-ceburan. Menjadi anak muda yang tumbuh besar di era digital saat ini memang sangat sedikit yang menikmati serunya main di 'empang' dengan gumpalan lumpur, tak heran kalo 'mahluk mahluk' dari pasnine justru memilih lempar-lemparan lumpur di tengah derasnya hujan..
(*tepok jidat, untung kamera aman dari hujan -___-"!)
Masih ada yang lebih seru, yaitu pukul bantal. Tapi sayang, saat kami datang bantal tidak disediakan oleh pihak KMC, alasannya karena kerendem dan stok habiss... Surakin rame-rame. "modal, beli lagi donk"
Serangkaian Outbound ini di pandu oleh karyawan KMC, pengaman seperti helm dan tali pengaman di siapkan oleh mereka. Tapi jika tiba-tiba di empang terjadi kecelakaan mereka tak bertanggung jawab. Pas saya tanya, udah streli dari beling, dan benda-benda tajam kan? pihaknya bilang merek gak menjamin. "kami si tidak melakukan pengecekan terus, jadi gak tau juga, kayak kerang kerang gitubiasanya ada. jadi hati-hati ya, kami tidak bertanggung jawab loh." begitu katanya..
Finally hari itu berjalan begitu cepat, dan saya cuma jadi tukang foto ^^V ahahahha...
Oia sebelum tim PASNINE melakukan trek Outbound, mereka mengarungi danau dengan perahu dayung. Nah untuk menikmati perahu dayung ini perorang dikenakan 5 ribu rupiah.
Sekian reportase saya kali ini, saya Dede Rohali, serba serbi kehidupan, melaporkan.. !
__________
Foto lain ada di sini
Referensi sejarah Outbound




























