Serunya Outbound di Kampung Main Cipulir

Hidup memang penuh rintangan dan cobaan. Namun akan berbuah menjadi kebahagiaan jika kita mampu menghadapinya dengan keimanan, sabar dan terus optimis. Nah, cara yang sama berlaku juga untuk permainan yang satu ini. Butuh keyakinan, sabar  serta kerja keras untuk melalui rintangan-rintangan yang ada di arena permainan. 

Outbound, permainan yang baru muncul di Indonesia sekitar tahun 90an ini menjadi alternatif kegiatan seru untuk melatih kekompakan, fisik serta mental. Perkembangan outbound sudah semakin pesat, awal mulanya hanya berupa pendakian gunung serta petualangan di laut, seperti yang dikenalkan seorang tokoh pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Dr.Kurt Hahn. Ya! Pria asal jerman itulah yang pertama kali menganalkan metode outbound kepada dunia, tepatnya di Negara Inggris sekitar tahun 1941 silam.


 Di Indonesia outbound sudah masuk di kota-kota besar, bukan hanya di daerah pegunungan. Bahkan outbound menjadi ladang bisnis yang menggiurkan, cukup memiliki lahan seluas 800 meter ditambah dengan sentuhan kreatifitas yang tinggi dijamin rupiah akan bermunculan. Hohohoho..! Salah satunya Kampung Main Cipulir (KMC), lokasinya tidak jauh dari pusat kota Jakarta. Tepatnya di jl masjid cidodol no 1 A, kebayoran lama, Jakarta Selatan. Nah disini kita bisa menikmati outbound tanpa harus kegunung atau menelusuri lautan.

Tiket masuk KMC untuk dewasa 7000 rupiah untuk hari libur dan weekend, 5000 rupiah untuk weekdays. Untuk Anda yang mau menikmati serunya outbound dewasa cukup mengeluarkan uang 20 ribu rupiah. Jika untuk sibuah hati hanya 10 ribu rupiah.

Serunya outbound di Kampung Main Cipulir sudah saya saksikan dan dirasakan oleh kawan-kawan dari team Paskibra SMAN 9 kota Tangerang (PASNINE). 21 April lalu, kami berkunjung kesana.

Awalnya memang menganggap biasa, tapi pas dicoba Behhhh..! kaki bergetar, takut dan tak sedikit yang malah putus asa... "bang saya gak berani. stop stop saya nyerah." ucap Rere, salah satu tim.

Outbound di KMC ini di bagi dua kategori, dewasa dan anak-anak. Untuk dewasa disiapkan 7 rintangan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Sayang saya tak mengenal nama-nama rintangan tersebut. Tapi ini dia nama rintangan pertama persi saya, jembatan gantung. Melewati papan gantung di atas ketinggian 30 meter dan berjalan sejauh 10 meter sambil memegang sehelai tali. Butuh kosentrasi dan keseimbangan agar tidak meleset, tapi rintangan pertama ini masih tergolong mudah, so santailah, ketawa ketiwi masih terlihat dari mulut kawan-kawan PASNINE.


Rintangan ke dua, hohoho ini dia yang mulai ekstrim. Jembatan Ala Indian Jones, cuma meniti di atas tali baja dengan ketinggian hampir 40 meter. Aweewww "atittttt..." itulah ucapan unyu-unyu anak PASNINE. Serunya lagi saat team melewati rintangan kedua ini pas turun hujan. So jadi tambah licin. Yang keren, kalo tali baja tersebut di goyangkan. "awwwewwww jangan woyy jangan di goyang-goyangin." kata bocah bongsor bernama sigit itu.

Okey, Masuk rintangan ke tiga, saatnya berayun diatas papan dengan ketinggian hampir 15 meter. Mungkin keliatan sederhana tapi pas dicoba Argghhhh merinding, merem melek dan ketakutan keliatan banget dari raut muka cewek di foto ini. Secara, rintangan ini sangat dibutuhkan keseimbangan, serta tenaga yang kuat, jadi kalo gak imbang yang goyang goyang terus.



Selanjutnya, ahahahha rintangan super ekstrim, berayun ala tarzan di atas pohon mungkin seru ya? Nah outbound di KMC ini juga ada kayak begituan bedanya itu ayunananya banyak. Di rintangan ini mulai banyak yang berguguran. Bilangnya.. "abanggg susah, kaki aku gak nyampe menggapai ayunan berikutnya." Hahahhaha
Masih berada di atas ketinggian, team melewati jaring laba-laba untuk bisa sampai di pos rintangan terakhir. Cuma 3 orang dari tim yang semula ada 15 orang. Teprok tangan...!! Prok prokk prok...

Hujan masih terus mengguyur, untungya petir tak hadir di sore itu. Sore yang menurut kami sangat seru. Bukan berteduh atau mengeringkan diri tapi lanjut melewati 'patok-patok' pelangi, ahahahha disini saatnya beraksi cebur-ceburan. Menjadi anak muda yang tumbuh besar di era digital saat ini memang sangat sedikit yang menikmati serunya main di 'empang' dengan gumpalan lumpur, tak heran kalo 'mahluk mahluk' dari pasnine justru memilih lempar-lemparan lumpur di tengah derasnya hujan..
(*tepok jidat, untung kamera aman dari hujan -___-"!)



Masih ada yang lebih seru, yaitu pukul bantal. Tapi sayang, saat kami datang bantal tidak disediakan oleh pihak KMC, alasannya karena kerendem dan stok habiss... Surakin rame-rame. "modal, beli lagi donk"

Serangkaian Outbound ini di pandu oleh karyawan KMC, pengaman seperti helm dan tali pengaman di siapkan oleh mereka. Tapi jika tiba-tiba di empang terjadi kecelakaan mereka tak bertanggung jawab. Pas saya tanya, udah streli dari beling, dan benda-benda tajam kan? pihaknya bilang merek gak menjamin. "kami si tidak melakukan pengecekan terus, jadi gak tau juga, kayak kerang kerang gitubiasanya ada. jadi hati-hati ya, kami tidak bertanggung jawab loh." begitu katanya..

Finally hari itu berjalan begitu cepat, dan saya cuma jadi tukang foto ^^V ahahahha...

Oia sebelum tim PASNINE melakukan trek Outbound, mereka mengarungi danau dengan perahu dayung. Nah untuk menikmati perahu dayung ini perorang dikenakan 5 ribu rupiah.


Sekian reportase saya kali ini, saya Dede Rohali, serba serbi kehidupan, melaporkan.. !





__________
Foto lain ada di sini
Referensi sejarah Outbound
READMORE
 

Sepenggal kisah di MUBES Paskibra Sembilan

Tiga hari penuh sebelumnya, hujan terus mengguyur daerah Tangerang hingga mengakibatkan banjir besar di sejumlah kawasan. Namun lain hari lain cerita, Jum'at, 6 April 2012, pagi itu, cuaca sangat bersahabat. Tidak ada kecemasan dari wajah kawan-kawan yang rumahnya sempat terendam banjir. Rasa canggung sempat menyelip ragu, melihat semangat para panitia mubes yang tampak tampil beda. Mereka mantan Pasukan Pengibar Bendera (paskibra) tahun 2009. Ya, kini mereka telah sejajar dengan saya, sebagai alumni. Rasanya terlalu cepat, belum lama saat saya menghampiri gedung orange ini, mereka masih berpakaian putih abu, tampang polos dan pemalu. Tapi kini mereka jauh lebih tinggi, berpakaian rapih, dan tampak percaya diri. 

Kehadiran saya kegedung orange itu lantaran undangan yang diterima dua minggu lalu (2/3/2012), Musyawarah Besar (MUBES) serta temu rindu (reuni), acara itu yang tertulis di prihal surat ukuran A4 dengan font Times New Roman. Saya langsung mengisi daftar hadir, masuk keruang yang cukup besar, ooww jadi dua ruangan dibobol hingga menjadi satu. 70 bangku disusun rapih layaknya sebuah rapat besar yang dihadiri sejumlah petinggi. Di muka ruangan tampak dua meja dengan balutan taplak lengkap dengan dua vas bunga, 'gak ketinggalan dua laptop serta terlihat jelas di balik meja terpampang layar besar yang terpancar sinar proyektor hingga tergambar tulisan "Musyawarah Besar Ikatan Purna Paskibra SMAN 9 Tangerang".




Selang 10 menit, sejumlah hadirin bermunculan dan langsung duduk di tempat yang telah disediakan. Sepasang MC membuka acara ini. Kontras dengan pertemuan-perteman lalu, yang hanya sebatas bertemu tanpa konsep acara yang terkemas utuh. Pendek kata, suasana gedung orange Jum'at pagi itu, meriah.



 Mubes ini dibuka langsung oleh Pembina Paskbira SMAN 9 Tangerang, Drs. Suardi, dalam sabutannya pembina mengatakan sangat bangga dengan alumni Pakibra SMA 9 Tangerang yang hingga kini masih akrab dan peduli dengan adik-adiknya. "saya rasa hanya paskibra saja yang masih menjaga kebersamaan dari alumni ke adik-adik di sekolahnya. Saya yakin Paskibra bisa menjadi contoh yang baik untuk siswa-siswi SMAN 9 Tangerang untuk sekarang dan kedepannya. Semoga melalui mubes ini dapat muncul ide-ide baru serta semakin menjaga kebersamaannya." Papar Suardi.

Namun bagi saya, pujian pembina hanya angin lalu. Malah terkadang saya berfikir, keberadaan alumni yang 'super
care' hanya membuat leha-leha sang pembina. Buktinya hingga kini sebagai pembina tidak ada kerja nyata yang seharusnya berjuang untuk kejayaan Paskibra SMAN 9 Tangerang. Maunya, pembina bersinergi menjalankan Misi Paskibra SMAN 9 Tangerang. 

Sekadar informasi, Paskibra SMAN 9 Tangerang merupakan ekstrakurikuler yang telah mencetak Putra Putri terbaik sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di tingkat Provinsi, Kota/kabupaten hingga tingkat kecamatan. Nilai moral, tuntutan disiplin serta rasa kebersamaan yang tinggi yang selalu dilatih oleh para senior semasa sekolah, mungkin menjadi alasan kenapa hingga kini alumni Paskibra SMAN 9 Tangerang masih dekat dan begitu peduli.


Dalam mubes ini, menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dilontarkan dari sembilan angkatan, terhitung dari angkatan 2004 hingga 2012. (hasil kesepakatan dirahasiakan :P)


Jum'at itu, seakan me-
review kenangan masa lalu. Tentu saja, karena sederet senior yang dulu begitu sangar mendidik saya dan kawan-kawan angkatan 2005 kini membaur menjadi satu, beragam cerita, canda tawa serta kejengkelan yang pernah tependam kita curahkan dan justru menjadi lucu, hahahhah pokoknya seru.! Pertemuan ini semakin memicu keakraban yang sempat kendur. 

Namun sayang. Kini, banyak mereka yang tidak memanfaatkan Paskibra sebagai ajang untuk berkarya, berekspresi dan mendapatkan prestasi. Hal ini terlihat dari minat siswa yang menurun. Dominannya anggapan yang muncul bahwa Paskibra hanya kegiatan yang melelahkan dan bikin
kulit hitam. Padahal dapat dipastikan bahwa Paskibra sebenarnya mengasikan. Gak percaya? coba aja ikut paskibra disekolahmu. (untuk pembaca yang masih SMP atau SMA :D )

Bukan Mubes Biasa


Serangkaian acara di mubes paskibra 9 lalu rasanya menjadi kenangan tersendiri untuk ketua alumni Paskibra 9 Tangerang, atau sering disebut
Ikatan Purna Paskibra (IPP9) Rendy Setiawan. Bertepatan dengan ulang tahun yang ke 20 tahun, mau tidak mau harus menerima azab dunia dari para durjana Paskibra. hahahhahahha *tampang sinis

Happy Birthday Brother,
dan selamat menikmati guyuran telor serta tepung terigu....! 



Finally, saya mengucapkan selamat berjuang untuk temen-temen Paskibra SMAN 9 Tangerang, semoga banyak manfaar serta keberuntungan yang kalian dapatkan. ^^V


Salam,


READMORE
 

Tips Menghadapi Skripsi Untuk Jurusan Jurnalistik

Genap empat puluh hari saya berkutat dengan skripsi. Alhasil Blog serba serbi kehidupan seakan tanpa empunya (sedikit postingan :3 ). Maaf kawan-kawan, Hohoho dan postingan kali ini saya mau bagi tips untuk Anda yang mau menghadapi skripsi bidang Jurnalistik. Meski skripsi saya belum 100% selesai tapi setidaknya BAB 1 sampai BAB 3 sudah acc donk, baru aja sidang proposal (9/4/2012). Banyak hal yang perlu kita persiapkan untuk menghadapi skripsi, selain mental dan keuangan, kita pun harus menghadapi dengan 3T (Tenang, Tegar dan Tekun).

Persiapan sebelum sidang proposal :D
1. Menentukan Rumusan Masalah yang Baik

SKRIPSI, yang paling ribet adalah menentukan masalah apa yang ingin kita teliti, karena terkadang masalah yang menurut kita baik untuk diteliti tapi sering dianggap sepele oleh sejumlah dosen (kajur/dekan/kerabatnya-_- ), menurut saya hal ini sangat penting dipikirkan secara matang. Pikirkan pula anda mau menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif atau kualitatif, sesuaikan dengan kemampuan anda. Selesai menentukan masalah yang ingin diteliti tentunya sudah tau donk judul skripsi sementara Anda. Ciri-ciri masalah penelitin yang baik: masalah tersebut harus dapat diuji, yang berarti bahwa masalah harus dapat diuji dengan menggunakan data (data harus tersedia).Yang menjadi masalah harus merupakan suatu hal yang penting dan berguna baik secara teoritis maupun praktis dan terakhir harus tersedia bahan kepustakaannya.

2. Kumpulkan Berita yang mau diteliti (sebelum proses pengajuan judul)

Jika Anda mau meneliti fenomena komunikasi, tentukan berita apa yang akan menjadi obyek penelitian anda. Buat kliping secara rutin setiap berita yang terbit, baik dari surat kabar (dari beberapa koran), atau media online. Dengan cara ini setidaknya anda telah memiliki data utama dalam penelitian anda, jadi ketika anda mengajukan judul anda sudah paham betul apa yang akan anda teliti dan sudah memiliki obyek penelitiannya. Banyak yang terjadi, ketika judul skripsi kita di acc, tapi kita kesulitan menemukan obyek penelitiannya (pengalaman kemarin TT.TT). Jadi anda harus curi start, jika niat mau mengajukan skripsi harus siapkan bahan-bahan sebelum deadline pengajuan judul. (Saran saya, satu semester sebelum skripsi harus rajin-rajin bikin kliping berita yang menarik dan memenuhi ciri-ciri masalah yang baik seperti yang diuraikan di atas).


3. Hunting Buku/referensi

Ketika judul sudah di ACC, saatnya kita hunting buku sebanyak-banyaknya, usahakan buku yang kita gunakan terbitan terbaru dan ditulis oleh penulis yang ahli dibidangnya, agar pendapat yang digunakan dapat menunjang 'kekuatan' teori dalam penelitian kita. Minim uang untuk beli buku? solusinya datang ke perpustakan kampus-kampus lain, dan siapkan kamera untuk memfoto setiap teori yang ingin kita gunakan di skripsi kita. Jangan lupa foto halaman, nama pengarang,penerbit hingga tahun terbitnya lebih bagus lagi foto pula cover bukunya. (Hal ini untuk menjadi dokumen pribadi untuk menghindapri penyakit lupa) karena terkadang dosen penguji suka tanya-tanya judul bukunya warna apa -_-. So cara ini dapat menghemat pengeluaran kita 'kan?. ^^


4. Konsultasi dengan Wartawan

Karena permasalahan yang kita angkat berhubungan dengan wartawan, coba deh sering-sering sharing dengan temen-temen wartawan yang berhubungan dengan masalah penelitian kita. Karena hal ini akan menambah pemahaman kita, tetapi anda pun harus tetap objketif jangan sampai terpengaruh hingga membuat penelitian anda bersifat memihak. Sharing dengan wartawan diharpaka dapat memahami keadaan dilapangan, pendapat wartawan tersebut bisa anda jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menilai permasalahan.

5. Tekun, Tenang dan Tegar

Nah ini dia yang penting banget, kita harus tekun, karena tugas ini bisa bikin kita stress berat. Bahkan sering banget rasa jenuh muncul dan merasuki pikiran kita. So tetap tekun dalam melakukan penelitian, lakukan sedikit-sedikit yang penting PASTI. Tenang, harus tenang jangan sampai buru-buru karena melihat temen-temen kita yang sudah sampai bab 3 atau mungkin sudah kelar bimbingan. Memang hal itu penting untuk memotivasi kita, tetapi tetap tenang, agar hasil yang kita kerjakan dapat dengan hasil yang baik. Selanjutnya tegarlah kawan, skripsi kita hanya kitalah yang dapat mempertahankan, so kita harus tegar ketika tim penguji bertubi-tubi melontarkan pertanyaan. (pengalaman saat sidang proposal. Belum sampai sidang akhir skripsi nih)

Semangat kawan dan sekarang saya mau mempersiapkan BAB 4. Mohon do'aNya ya untuk kelancaran sidang skripsi saya nanti (juni 2012) dan semoga lancar seperti sidang proposal kemarin. ^^ Thanks kawan.


Salam,
READMORE
 

Andai Foto Bisa Diajak Bicara

curhat colongan dari M. Dery


Kamu tau gak bedanya kamera ini dengan hati aku apa?
Enggak, apa dong?
Kalo di kamera ini setiap moment indah sangat mudah di hapus. Tapi kalau hati aku sangat sulit menghapus moment indah bersamamu.


“Kamu suka banget ya sama kemera?” tanya Tania. “Yah gak juga, masa ia nantinya aku kawin sama kamera ini, hahaha,” gurauku seraya tertawa dan menimang-menimang kamera di hadapannya.

Tania!
Gadis manis, lucu, supel, dan ahli ekonomi ini sudah kukenal sejak pertengahan 2008 silam. Sejak awal bertemu dia, memang selalu ada perasaan berbeda di hati ini. Awal 2012 kemarin, aku kembali bertemu dia, banyak perubahan yang tampak darinya. Sekarang dia berjilbab, sikapnya pun kini semakin dewasa. Tapi senyum manisnya tak pernah hilang dari wajahnya yang putih, justru kini tampak berseri. 

“kapan ada waktu, bisa bantu aku buat motret gak? tanyaku malu.

“hmm, bantu apa?”
“simpel, kamu tinggal berdiri di depan lensa dan jangan ketinggalan, senyumnya,” jelasku
“maksudnya aku jadi modelnya gitu?” tanya Tania tegas namun sesudah itu dia tersipu malu.
“ia, itu kalau kamu mau, jika tidak yah gak apa,” 
“kalau gitu boleh juga, aku mau,”
***

Sabtu pagi dia sangat cantik, mengenakan jilbab abu-abu dan warna yang sama pada kemeja model blezer. Aku sempat ‘koma’ sekian detik saat melihat dia pagi itu. Namun, tak berani kukatakan. Pujian itu hanya kusimpan di tempat terdalam yang pasti aman dalam prisai hati ini.


Bersama tiga sahabatku, Tania menjadi model di taman hijau yang memang menjadi tempat sasaran beberapa fotografer. Tak ingin membuang kesempatan, lensa standar terus ku arahkan ke wajah Tania, ku bidik dari berbagai arah. 


Tapi sayang, ini berlangsung begitu cepat. Trik matahari seakan menyusutkan semangat Tania, mendadak dia teringat janji dengan rekannya, untuk rapat di alun-alun Kota. usai break aku langsung mengantar Tania ke alun-alun Kota. Pemotretan siang itu berakhir dengan beribu pertanyaan. Seneng? bete? kenapa? ada apa? dan terakhir kata maaf yang terlontarkan.

“maafin aku ya, aku lupa banget kalo siang ini harus rapat,” kalimat ini muncul di layar HP ku, selang 15 menit setelah mengantar dia ke alun-alun  Kota.
***

Usai pemotretan itu, aku dan Tania semakin dekat. Pembicaraan kami tidak lepas dari motivasi, dan semangat untuk hari tua nanti. 


Hal terindah ketika tania seakan menyambut ‘hatiku’ yang membuatku seakan melayang tinggi, menembus angkasa bertemu ribuan bintang yang terangnya seakan memancarkan semangat,  semangat untuk ku yang saat itu sedang terpacu tinggi.


Tapi saat itu, aku belum sempat mengatakan cinta untuk Tania.  



***

Setelah mantan pacarnya melarang keras kedekatanku dengan tania. 24 jam Tania tidak menghubungiku padahal dia janji akan menjelaskan perkara ini.


Minggu malam, sekitar pukul delapan. Aku baru mendapat SMS dari Tania. Lagi-lagi kalimat yang merumuskan permintaan maaf yang dia kirim. 

‘Maaf aku baru sms kamu lagi....’

Entah apa maksud mantannya, berkali-kali saat ku tanya (mantan Tania) hanya jawaban larangan yang keluar dari mulutnya melalu telpon selularku.


Tidak kubalas SMS tania, tapi langs
ung ku pencet 12 digit nomor telepon     
mendengar suara Tania,  yang kuharapkan malam itu.
tut............tut.........tut..

“....... Aku bingung harus berbuat apa. Aku sayang sama kamu, sejak lama itu yang aku rasakan ke kamu. ini kata hatiku...” ucap Tania sendu, namun terdengar sunguh-sungguh.


Curahan hatiku pun tertuang malam itu. Hingga berakhir canda tawa.  “Lalu mau seperti apa hubungan ini?” tanyaku menutup pembicaraan malam itu, tak dia jawab. terdiam dan #HENING. Hingga kini.



***

ANDAI FOTO BISA DI AJAK BICARA, mungkin setiap hari akan kumintai keterangan ‘hatinya’ agar dapat terus ku tulis dalam kisah, kisah cinta yang hingga kini belum tau arahnya. 


ANDAI FOTO BISA DI AJAK BICARA, mungkin akan membuat hariku semakin cerah dan #galau akut pun mungkin terobati.


ANDAI FOTO BISA DI AJAK BICARA,  mungkin akan ku tunjukan kepada dunia kalau saat ini aku sedang bahagia #sangat.


ANDAI FOTO BISA DI AJAK BICARA,  mungkin aku tak perlu bercinta dengan manusia. *LOL 


ANDAI FOTO BISA DI AJAK BICARA,  mungkin sangat memudahka profesiku ini profesi pemburu berita yang tak perlu lagi berhadapan dengan para penipu fakta. #hahahhaha.


Itu imajinasi #galau yang berharap pensiun dari ‘fakir asmara.’  Menunggu jawaban apapun itu. Tak peduli bahagia atau gundah gulana.



sumber gambar : komikoo.com

READMORE
 

"Dua Ribu Dulu, Baru Masuk Taman (Situ Cipondoh)"


ITU Cipondoh bukan hanya menjadi lokasi konservasi lingkungan dan tandon air terbesar di Kota Tangerang. Kini, Situ yang berada di Jalan Hasyim Ashari, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang ini menjadi salah satu obyek wisata di Kota Tangerang. Fasilitas untuk wisata air hingga warung makan kelas resto pun telah siap mendukung tempat wisata ini.

Jika Anda ingin menikmati perahu dayung, bebek-bebekan serta
flying fox masuk ke taman yang telah di kelola oleh Forum Masyarakat Untuk Pelestarian dan Pengembangan Situ Cipondoh (FORMASI) letaknya sebelah kanan situ cipondoh (jika dari arah Cikokol). Nah disana ada petugas yang secara khusus menjaga loket untuk pembelian tiket, hargaya di perkirakan 3000-5000 rupiah. Tapi jika hanya ingin bersantai sambil menikmati pemandangan situ, Anda bisa masuk ke taman yang ada di sebelah kiri situ (jika dari arah cikokol).

Meski terlihat seperti taman biasa, jangan kira itu gratis. Ya, harus bayar. Kamis lalu, (9/2/2012) saya sengaja berkungjung ke Situ Cipondoh untuk mengkonfirmasi mengenai kontroversi kepemilikan Situ yang katanya saat ini sudah pindah tangan dan bersetifikat atas nama perusahaan asing.


Taman yang saya perkirakan seluas 50 meter ini hanya di pagar bambu yang tak lagi kekar. Saat di depan pagar saya langsung di tegur oleh petugas yang mengenakan jeans dan kaos oblong.
"Dua Ribu Dulu mas, Baru Masuk Taman." Ucapnya disertai lemparan senyum dengan penampakan gigi kuningnya.

Usai mengasih uang, saya menunggu bukti tanda masuk taman. "wah gak ada tiket-tiketan mas. Cukup bayar dan silahkan masuk" jawab mas kancrut peminta duit dua ribu itu. loh dua ribu itu buat apaan? jawabnya simpel, "ini untuk uang kebersihan mas." Hmm Okelah. Tapi 
tak ingin langsung percaya, saya pun membuka percakapan lanjutan. Berikut petikannya:

Mas, emang siapa yang ngurusin ini taman?

Oww kalo taman yang ini 'si di urusin sama Abang XXX (saya lupa catet namanya >.<) kita-kita si cuma disuruh jaga aja mas. 

Oia, uang dua ribu ini sudah termasuk Parkir?

Ohh tentu tidak, ini cuma masuk aja, kalo parkir mah beda lagi tuhh tuhh sama dia, bayar lagi dua ribu. (#tepokJIDAT)

Saya denger di Tipi, kalo situ cipondoh lagi ada masalah, maksudnya kepemilikannya denger-denger masih tanda tanya, mas tau ga?

Ohh, kalo itu si bukan urusan saya, saya gak tau mas urusan begituan.. Hmmm denger-denger juga si begitu. (ini petugas cuma mao duitnya doang, sumprett kalo itu jadi milik perushaan luar belum tentu dia bisa pungut uang masuk seenak udele aje)

Terus tadi Abang XXX ada di mana? saya bisa ketemu gak?

Wah kalo hari gini si kayaknya orangnya kaga ada mas. Mas tau siapa yang ngaku beli tanah ini? (dia malah balik tanya ke saya -_-)

Oo itu sing..... (belom lengkap ucapan saya, tiba-tiba temen di sampingnya nyerobott... ngomong)

Ia ia ia saya denger-denger si emang singapur singapur gitu tuh..!

Tanpa dengerin dia sampai selesai saya langsung kedalam taman.


Tiga hari sebelum saya mengunjungi Situ Cipondoh, sempat lihat berita di
TV One, mengenai kontroversi Situ Cipondoh yang katanya sudah terjual oleh investor bahkan kabarnya sertifikatnya ada di singapur. Aset negara ini mestinya di kelola oleh Pemerintah Provinsi Banten. Namun, pada pemberitaan tersebut mengatakan Pemprov banten seolah tak peduli mengenai permasalahan Situ Cipondoh ini. (Wah parah banget nih si Atut)

Lantas siapa yang akan mengusut permasalahan ini? kabarnya Walikota Tangerang, Wahidin Halim akan memperjuangkan dan akan meminta ke  Presiden (SBY) agar mengusut pembuatan sertifikat atas nama perusahaan itu. Sebenernya permasalahan ini bukan kali pertama, pada 1999 lalu saat Kota Tangerang masih masuk Pemprov Jawa Barat, Situ Cipondoh sempat di srobot oleh PT Eka Paksi. Dan 2012 ini permasalahan ini kembali muncul. Dimana peran serta kepedulian Pemprov Banten terhadap Situ Cipondoh?


Dari pantauan saya, aktifitas di Situ Cipondoh saat ini masih lancar, tidak ada suasana yang mencirikan adanya penggusuran atau pantauan khusus dari kepolisian ataupun proyek (hahah lebay.. sekalipun di gusur masih beberapa tahun kali ya :D )


Tepat sore itu, saya yang berada di Situ Cipondoh hanya menikmati orang-orang yang sedang pacaran. Jika mau beranjak ke tepi Situ, saya akan bertemu dengan orang-orang yang serius mancing. Memang sejak dulu situ cipondoh akrab dengan para pemancing. Jadi tak heran jika sepanjang tepi situ cipondoh di padati para pemancing yang rata-rata warga sekitar Tangerang. 





Referensi : TEMPO dan siaran TV One dalam Kabar Siang.

Salam,
Serba Serbi Kehidupan (SSK)
> Situ Cipondoh
READMORE
 

Melancong Ke Museum Nasional

Melancong ke Museum Nasional bukan hanya dapat pengatahuan tapi juga menyenangkan.



ISANA kita bisa melihat peninggalan zaman prasejarah hingga Hindu Budha. Sekitar 140 ribu koleksi memadati ruang-ruang museum, terdiri dari peninggalan zaman prasejarah, arkeologi, keramik asing, numismatik, etnografi dan geografi.

Bangunan Museum Nasional yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda sejak tahun 1778 silam ini masih berdiri kokoh. Bahkan katanya penempatan koleksi di halaman utama (unit A) tidak mengalami perubahan. Kini setiap ruangan museum telah dilengkapi pendingin ruangan (AC) jadi kita bisa melihat-lihat isi museum dengan nyaman. Bukan cuma itu, di halaman depan pun di lengkapi taman-taman, parkir yang luas dan terpenting suasana yang tenang. Saya rasa, Ini bisa menjadi tempat refreshing yang menyenangkan di Jakarta.


Meseum Nasional atau di kenal dengan sebutan Museum Gajah ini terletak di Jl. Merdeka barat No. 12 Jakarta Pusat. Tidak jauh dari halte Busway--Monumen Nasional (monas). Buka setiap hari selasa hingga sabtu, pukul 08.00-16.00 wib.

Untuk menikmati museum ini pengunjung dikenakan biaya 2000 rupiah untuk anak-anak, 5000 rupiah untuk dewasa. Berbeda untuk turis asing yaitu 10.000 rupiah. Jika mau berkunjung dengan rombongan (min 20 orang) cukup membayar Rp. 1000 : anak-anak, dan Rp. 3000 : dewasa.


Rabu lalu (08/02/2012) saya berkunjung ke Museum Nasional bersama @faridaridaa. Modal baca peta petunjuk yang ada di pintu masuk museum, saya langsung menuju lantai dua, ruang khasanah Emas. Di ruang ini pengunjung dilarang mengambil gambar "No Photographing In The Treasure Room". Di ruang khasanah emas kita dapat melihat beragam perhiasan yang di gunakan sekitar abad 7 - 15 M. Konon pada abad itu emas di pakai oleh keluarga kerajaan dan bangsawan yang berfungsi sebagai simbol status sosial, ternyata bukan sebatas itu, pada masanya emas pun digunakan untuk keperluan upacara adat atau upeti.

Bentuk emas yang ada di ruang khasanah emas ini bervariasi mulai dari perhiasan kepala (mahkota raja), hingga anting, gelang, cincin, kalung dan alat-alat untuk penyimpanan abu jenazah lainnya. Namun bentuknya tidak semua mulus, banyak yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

Puas melihat koleksi perhiasan emas yang indah dan artistik, saya dan @faridaridaa menuju koleksi arca atau peninggalan pada masa Hindu Budha. (ini masih di gedung unit A) Tepat di pintu depan saya telah di sambut oleh Arca Ganesha. Dalam agama Hindu, Ganesha salah satu dewa yang populer selain dewa-dewa trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Ganesha merupakan dewa ilmu pengetahaun. Di kalangan masyarakat Hindu, Ganesha dianggap manusia setengah dewa.

Arca yang ada di Museum Nasional adalah hasil temuan yang tersebar di Nusantara. Salah satu Arca terbesar yang ada di museum ini adalah Arca Bhairawa, Arca ini merupakan perwujudan Raja Aditiawarman yang memerintah di melayu tahun 1347-1375. Saya beruntung, saat mendekati arca ini kebetulan ada guide yang sedang menjelaskan asal-usul Arca Bhairawa. Katanya, Arca Bhairawa di temukan di kawasan pesawahan tepi sungai yang ada di Padang Roco, Kabupaten Sawahan, Sumatera Barat.

Saat di temukan, arca ini dalam keadaan tidak utuh. Pada sandaran arca, kini di topang dengan kayu yang cukup kuat, "tentunya ini berbeda dengan awalnya, dulu sandarannya tidak seperti ini." kata guide yang sepertinya siswi SMK itu.

Mengutip dari web Museum Nasional, dari penjelasannya menerangkan bahwa Arca Bhairawa ini memiliki dua tangan. Tangan kiri memegang mangkuk berisi darah manusia dan tangan kanan membawa pisau belati. Jika tangannya ada empat, maka biasanya dua tangan lainnya memegang tasbih dan gendang kecil yang bisa dikaitkan di pinggang, untuk menari di lapangan mayat damaru/ksetra. Penggambaran Bhairawa membawa pisau konon untuk upacara ritual Matsya atau Mamsa. Mangkuk itu untuk menampung darah dalam upacara minum darah. Sementara tangan yang satu lagi membawa tasbih. Wahana atau kendaraan Siwa dalam perwujudan sebagai Siwa Bhairawa adalah serigala karena upacara dilakukan di lapangan mayat dan serigala merupakan hewan pemakan mayat.

Selain Arca Bhairawa yang merupakan Raja Aditiwarman. Ada juga patung-patung perwujudan kerajaan Hindu Budha lainnya. Seperti raja Erlangga, penguasa kearifan di Jawa Timur di gambarkan sebagai dewa wisnu yang naik burung garuda. Kemudian ada juga Raja Kediri, Raja Singasari, Raja Majapahit, serta beberapa arca-arca unik lainnya.

Menurut saya ini peninggalan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya, jadi kita wajib melestarikannya sob. Setuju?

Berkunjung ke Museum Nasional kuncinya mau baca setiap keterangan yang ada di benda koleksi. Karena disana sangat sedikit orang yang bisa kita mintai keterangan. Memang ada guide tapi rata-rata dia telah mendampingi tamu, kebanyakan tamunya pun anak sekolah (rombongan). Petugas museum tidak mengenakan pakaian yang seragam jadi sangat sulit membedakan antara pengunjung atau petugas museum.

Saya beruntung tidak salah tebak, bertemu dengan petugas museum. "wah kalo itu saya kurang tau deh mas, hmm mungkinn... wah saya kurang taulah." inilah jawaban setiap petugas yang saya tanya. Rata-rata mereka tidak paham betul tentang benda-benda yang ada di museum. (ternyata orang yang saya tanya itu cuma tim kontroling yah sejenis security kayaknye. hahaha baru 'engeh pas di pintu keluar :D #apes)

Langkah saya dan @faridaridaa menuju ke ruang Etnografi, ruangan yang menyimpan benda-benda dari berbagai etnis yang ada di Indonesia. Kita bisa lihat alat-alat tradisional dari masing-masing daerah, mulai dari alat kesenian, pakaian, hingga ke rumah adatnya. Menurut saya di ruangan ini masih terbilang angker. Hawa dingin dan lembab langsung menyusup bulu kuduk saya. Lampu yang di gunakan sepertinya sengaja tidak terlalu terang, di tambah dengan wujud leak dari bali yang melotot sangar 'behhh menambah suasana jadi mistis. Penasaran dengan perasaan saya ini, saya bertemu dengan petugas kebersihan. Usai sibuk mengepel sepanjang ruangan, Pian, petugas kebersihan museum itu duduk dan menyambut salam saya.

Saat saya tanya tentang suasana ruangan ini, Pian mengelak kalau ruangan ini angker, menurutnya si sudah biasa. Tapi... dia bercerita "Emang si mas, temen saya yang bagian skuriti sering liat penampakan, di pojok itu tuh, iya itu tuhh. Penampakanya yah kayak wujud orang mas. Hmm..."

Terus lu sendiri belom pernah liat? "wah alhamdulillah belom pernah, kalo temen saya itu sering mas.. Nah itu tuh orangnya". Saat saya sedang ngobrol dengan Pian, temennya itu muncul tapi 'gak gabung dengan saya. "yah hal-hal seperti itu si ada aja mas, cuma saja yang penting kita gak kosong pikirannya" tambah Pian.

Wah, cerita Pian bikin saya dan @faridaridaa PARNO. Yang bikin saya ketar ketir, saat saya ngobrol dengan Pian @faridaridaa justru ada di posisi deket penampakan itu muncul >.< sepontan langsung teriakkk manggil @faridaridaa. 

Pian, umurnya sekitar 19 tahhn, tinggal di Bogor, setiap berangkat atau pulang kerja selalu naik Kreta Api. Gaji yang di terima sebagai petugas kebersihan museum tidak seberapa. Tapi menurutnya ada kesenangan tersendiri, Pian mengaku jadi lebih cinta dengan Indinesia. 10 bulan, sebelum dia bekerja di Museum Nasional dia mengaku tidak tahu keberagaman Nusantara, yang dia tahu memang berbeda-beda setiap daerah tapi tidak tahu sedetail sekarang. "Saya baru 10 bulan kerja mas, yah ada untungnya juga si, saya jadi tau keberagaman Indonesia, unik-unik, kalo lagi iseng kan kadang-kadang saya baca-baca juga tuh yah pokoknya mah enak juga lah." begitu ucapnya dengan dialek sunda yang kental seraya tertawa lepas. 

Usai menjelajah Ruang Etnografi, saya menuju gedung B. Nah disini lebih terlihat modern. Masuk ke lantai satu saya di suguhkan peninggalan peninggalan zaman prasejarah, dimana manusia belum mengenal tulisan. Disini nih kita bisa melihat peninggalan zaman paleolitikum yang berasal dari kebdayaan pacitan. Misalnya, alat serpih, kapak perimbas dan kapak genggam. Selain itu ada juga benda-benda zaman paleolitikum yang berasal dari kebudayaan ngandong misalnya, alat-alat untuk berburu dari tulang dan tanduk rusa. Pokoknya semua yang pernah Anda pelajari di sejarah semasa SMP dan SMA dulu ada disini. 

Di ruangan ini kita bisa lihat patung-patung manusia purba. Dan yang Keren ada Mongolid dari Song Keplek, rangka manusia yang diperkirakan berusia 50 tahun, yang berjenis kelamin wanita, berasal dari ras Mongolid.Sekedar informasi, rangka ini merupakan rangka individu kelima yang di temukan di kedalamam 126-135 cm dalam posis terlentang dan di kuburkan bersama dengan spatula (alat pipih) dari tulang. Lu tau dari mana de? yah baca keterangannya lah :P 

Di gedung B Museum Nasional ini terdapat 7 lantai yang dilengkapi dengan lift jadi gak perlu capek-capek naik anak tangga sob. Di setiap lantai memiliki koleksi yang berbeda, semuanya ada kok di peta penunjuk arahnya. Saya tertarik untuk kelantai empat. Di sana ada koleksi keramik yang berasal dari beberapa negara seperti Cina, Jepan, Vietnam dan Thailand. Katanya, benda-benda kramik ini bisa sampai di Indonesia karena adanya hubungan dagang, serta adanya kerjaan-kerajaan dari negara lain (co: cina) yang ada di Nusantara. tapi sayang, gedung semegah ini sangat sedikit yang mengunjungi. Dan lagi-lagi "No Photographing In The Treasure Room". 

Puas mengelilingi Museum Nasional, saya menuju lantai dasar, nah disini ada taman yang lumayan besar, setiap dinding terdapat beragam patung atau arca-arca. Bangku-bangku taman pun tersedia. Jadi pengunjung bisa santai-santai disini. 

Melancong ke Museum Nasional bukan hanya dapat pengatahuan tapi juga menyenangkan. Yuk kita ke museum-museum lainnya??

ini si @faridaridaa. Santai di dalam gedung Unit A Museum Nasional
Pengunjung bisa santai di halaman depan, di bawahnya juga taman luasss!
Salam,
Serba Serbi Kehidupan (SSK)
READMORE
 

Facebooker Indonesia Semakin Terfasilitasi

Gambar dari kompas.com
IAPA yang tidak mengenal facebook? Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal jejaring sosial ini. Data terakhir yang di lansir socialbaker.com menunjukan pengguna facebook di Indonesia mencapai 43,06 juta (update februari 2012). Data itu menunjukan posisi terbanyak ke tiga sebagai pengguna Facebook di dunia.

Sebelumnya Indonesia menempati posisi ke dua, tapi sekarang di gantikan oleh India dengan jumlah pengguna 43,5 juta. Kendati demikian Indonesia tetap unggul dari India jika di lihat dari tingkat ‘ke eksisan’ atau pengguna aktif. Indonesia yaitu 17,7 persen sedangkan India, dari 43,5 juta facebooker hanya 3,7 persen yang aktif.
Lantas apa yang membuat Facebooker Indonesia tetap eksis?

Tentu saja karena akses internet yang mudah dan fasilitas lain yang ‘super mendukung' untuk masyarakat Indonesia dapat eksis terus di facebook. Tidak hanya lewat PC atau laptop untuk bisa menikmati facebook. Tapi kini telah disuguhkan handphone untuk menggantikan itu. Hampir semua merek handphone menyediakan aplikasi facebook, mulai dari handphone termahal dengan merek terkenal, hingga handphone murah dengan merek ‘ecek-ecek’ pasti ready untuk facebookan.


Satu lagi fasilitas yang ‘gak kalah menarik untuk para facebooker Indonesia. Yaitu beragam operator selular yang kian hari kian ciamik menawarkan kemudahan untuk tetap eksis di facebook. Sebut saja telkomsel, yang belum lama ini meluncurkan Kartu Facebook. Selain bisa telepon dan sms dengan tarif yang murah, Kartu Facebook yang di keluarkan telkomsel ini memiliki fitur gratis Facebookan seumur hidup (tanpa pulsa) dengan mengakeses m.facebook.com di browser bawaan handphone kita, dan semua aplikasi resmi Facebook (iPhone, Android, Symbian, Windows Phone dan lainnya). Semakin Waw! bukan?


Bahkan kabarnya Facebook, perusahaan yang berkantor pusat di Palo Alto, California ini menunjuk Telkomsel sebagai partner resmi untuk mengeluarkan Kartu Facebook itu. Jadi “satu-satunya kartu facebook resmi di Indonesia.”


Tentunya ini kabar gembira untuk teman-teman facebooker di Tanah Air. Kita bisa update status, upload foto dan chat dengan teman facebook kapanpun dan dimanapun secara gratis, melalui kartu facebook yang di dukung jaringan telkomsel yang luasnya hingga 97% wilayah Indonesia.


Sebagai informasi, kartu perdana facebook ini dapat di beli seharga 3000 rupiah dan dapat di isi ulang dengan voucher telkomsel.


Dari beragam kemudahan untuk mengakses
facebook, tentunya tidak heran jika 17,7 % masyarakat Indonesia tetap eksis facebookan. Saya pribadi ini tahun ke empat eksis dengan facebook, sejak pertengahan 2007 lalu. Peran facebook sejatinya untuk membantu kita terhubung dengan orang lain. Tentu hal ini sangat kita rasakan manfaatnya. Dengan facebook saya bisa bertemu dengan teman-teman lama, dan komunikasi dapat terus terjaga meski jarak yang sangat jauh. Bukan cuma saya yang merasa demikian, teman-teman  saya pun senada.

Salah satunya si Angriani Putri, mahasiswi yang kuliah di UNDIP semarang ini mengaku sangat terbantu dengan adanya kemudahan-kemudahan untuk akses mobile facebook. “twitter juga eksis, tapi kayaknya facebook juga lebih sering ‘si. Kebanyakan info tugas-tugas kuliah di share ke facebook cos lebih panjang tuh kata-katanya. Kalo kartu facebook, gw belom coba hahahah pengen juga ‘ah biar gratisan facebookan teruss hahahah.” Ucapnya lewat chating facebook. Bagaimana denganmu?


Update status kapan aja dimana aja eksis? boleh eksis tapi yang
‘gak bikin tragis.

sumber gambar : http://telkomsel.com/facebook
Salam
Serba Serbi Kehidupan (SSK)

READMORE